Bandung, 12 Februari 2025 – Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung menjadi tuan rumah dalam pertemuan penting yang membahas upaya profiling desa miskin di Provinsi Jawa Barat. Acara ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial RI, serta perwakilan dari 13 perguruan tinggi ternama, termasuk Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Padjadjaran (UNPAD).
Dalam diskusi ini, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial menekankan pentingnya profiling desa miskin sebagai langkah strategis dalam merumuskan kebijakan pengentasan kemiskinan. Perguruan tinggi yang hadir memberikan tanggapan serta masukan terkait pendekatan akademis yang dapat diterapkan dalam proses ini. Mereka juga menyampaikan hasil kajian serta program yang telah dijalankan sebagai kontribusi terhadap upaya pemberdayaan sosial di tingkat desa.
UPI secara khusus menyatakan dukungan penuh terhadap rencana kolaborasi dengan Kementerian Sosial RI dalam menyusun kajian bersama serta mengembangkan program-program yang lebih efektif. Keterlibatan UPI diharapkan dapat memperkuat kontribusi akademisi dalam penyusunan kebijakan berbasis data dan riset ilmiah. Selain itu, berbagai rekomendasi juga diajukan, termasuk perlunya kerja sama lintas sektor serta koordinasi lebih lanjut guna memastikan keberlanjutan program yang diusulkan.
Sebagai tindak lanjut, akan dilakukan pertemuan teknis untuk membahas detail kerja sama dan penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara pemerintah dan institusi akademik. Diharapkan, sinergi ini dapat menghasilkan solusi konkret dalam menangani tantangan kemiskinan di desa-desa miskin, serta membuka peluang bagi perguruan tinggi untuk lebih berperan dalam pemberdayaan sosial di masyarakat.
