BANDUNG — Peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional setiap tanggal 23 September merupakan momentum monumental untuk membumikan kesetaraan, menegaskan hak-hak dasar komunikasi, serta memperkokoh pilar inklusivitas di lingkungan perguruan tinggi.
Direktorat Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dengan bangga menyampaikan apresiasi serta dukungan penuh atas peringatan ini. Kehadiran bahasa isyarat bukan sekadar jembatan interaksi, melainkan simbol keberagaman budaya dan identitas bahasa yang memperkaya khazanah intelektual bangsa.
Menjunjung Tinggi Kesetaraan dalam Keberagaman Akademis
Dalam kerangka perguruan tinggi modern, pengakuan terhadap keberagaman merupakan modal sosial yang amat krusial. Direktorat Bisnis UPI senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kesetaraan dan keadilan akses demi terciptanya atmosfer kampus yang harmonis, humanis, serta beradab.
Apresiasi terhadap bahasa isyarat mencerminkan komitmen moral institusi dalam menghargai harkat dan martabat setiap individu tanpa terkecuali, sejalan dengan visi UPI sebagai “Kampus Pelopor dan Unggul”.
Mewujudkan Iklim Lembaga yang Berdampak dan Berkeadilan
Melalui peringatan ini, Direktorat Bisnis UPI mengajak seluruh civitas akademika untuk terus menumbuhkan empati, memperluas wawasan inklusif, serta senantiasa memelihara semangat kebersamaan. Sinergi yang dilandasi saling pengertian akan menjadi fondasi kokoh dalam mewujudkan ekosistem pendidikan tinggi yang berdampak positif bagi kemajuan masyarakat luas.
Selamat Hari Bahasa Isyarat Internasional 2026!
Bahasa Isyarat Menyatukan Kita: Merawat Keberagaman, Menegaskan Kesetaraan, Mendorong Kemajuan Bersama.
