Direktorat Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan melalui kegiatan penanaman lubang resapan biopori di area dormitory dan asrama. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah konkret dalam meningkatkan daya serap air tanah, mengurangi potensi genangan, serta mengoptimalkan pengolahan sampah organik menjadi kompos yang bermanfaat.
Biopori merupakan teknologi sederhana berbasis ekologi yang berfungsi mempercepat infiltrasi air hujan ke dalam tanah. Dengan membuat lubang-lubang vertikal berdiameter kecil dan diisi dengan sampah organik, proses dekomposisi alami akan menghasilkan kompos sekaligus menciptakan pori-pori tanah yang lebih baik. Hal ini tidak hanya berdampak pada pengurangan limpasan air permukaan, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas tanah.
Kegiatan ini melibatkan tim pengelola serta staf yang secara aktif berpartisipasi dalam proses pembuatan dan penanaman biopori. Proses dimulai dari penggalian titik-titik strategis di sekitar lingkungan asrama, pemasangan wadah biopori, hingga pengisian material organik seperti daun kering dan sisa makanan. Partisipasi kolektif ini mencerminkan semangat kolaborasi dalam menciptakan lingkungan kampus yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Secara akademis, implementasi biopori juga menjadi bentuk penerapan prinsip-prinsip konservasi lingkungan dan manajemen limbah berbasis sumber. Pendekatan ini sejalan dengan konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development), yang menekankan keseimbangan antara kebutuhan manusia dan kelestarian lingkungan.
Melalui kegiatan ini, Direktorat Bisnis berharap dapat memberikan dampak jangka panjang, baik dari sisi ekologis maupun edukatif. Selain mengurangi risiko banjir dan genangan air, program ini juga dapat menjadi sarana pembelajaran langsung bagi civitas akademika dalam memahami pentingnya pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.
Ke depan, program penanaman biopori ini diharapkan dapat terus dikembangkan dan direplikasi di berbagai titik lainnya di lingkungan kampus, sehingga tercipta sistem pengelolaan lingkungan yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berkelanjutan.
